Oposisi 2 (Filosofi)

Lalu apa maksud cerita tadi?…

Begini…jreng!!!

Dalam konsep demokrasi yang saya fahami…(bukan berarti ProDem lho)…bahwa dalam demokrasi (kultural) terutama,arti sebuah gerakan ”bertentangan” atau oposisi adalah perlu,dan bahkan wajib adanya…

Mirip dengan konsep nelayan jepang yang telah diceritakan pada artikel awal,semuanya demi sebuah suasana yang dinamis bukan yang stagnan…

Contoh yang sangat nyata telah kita lihat dinegara kita sendiri,tntunya kita ingat dengan sebuah rezim yang telah bertahan selama 32 tahun menguasai indonesia,rezim itu tidak bijak menyikapi gerakan oposisi,sehingga ”penurunan” paksa dilakukan…

Dalam pandangan penulis,bahkan sebenarnya peran dalam menghidupkan (atau bahasa bijaknya ”mengendalikan keran oposisi”) peran bertentangan adalah peran yang harus diambil oleh kaum mayoritas itu sendiri,kita tentun faham tentang konsep pilar2 demokrasi (akan dijelaskan di artikel lain),esensinya bahwa yang diharapkan terjadi adalah terjadinya check dan balances,saya rasa anda tau maksudnya…

Contoh yang lebih ekstrim lagi bisa kita lihat hari ini dinegara kita tercinta,ketika kita melihat keran oposisi itu justru tidak jelas pengendalinya,seolah tidak kuat membendung dan meledak…itu terlihat dari banyaknya partai yang ada…apa efeknya,yaitu negara yang kontra produktif…parahnya lagi kontraproduktif ditengah kebangkitan yang tengah dirintis….sungguh berbahaya…

- to be continued_

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.